Deteksi Penyelundupan Jati menggunakan AVR AT8535
Deteksi Penyelundupan Kayu Jati dengan Timbangan Digital Menggunakan Mikrokontroler AVR AT8535
Setelah melewati diskusi, penelitian dan penyusunan proposal maka ALVI LAILI ZAHRA dan DESI FITRI, memberanikan diri untuk mengirim karya mereka ke ISPO. Judul proposal mereka adalah” Deteksi Penyelundupan Kayu Jati dengan Timbangan Digital Menggunakan Mikrokontroler AVR AT8535”
Karya siswa Kelas VIII-C SMP Negeri 1 Bojonegoro ini diikutkan pada event ISPO yang akan diselenggarakan pada tanggal 3 – 5 Maret 2010 di Jakarta. Dengan dibimbing oleh pak Rachmad, pak Arief Gunawan dan pak Yusuf Novianto, mereka berharap akan menjadi finalis pada ISPO tahun ini. Masalah yang diambil adalah masalah sehari-hari yang terjadi di kota Bojonegoro sebagai penghasil hutan terbaik di Indonesia. Berikut abstraksinya:
Di Indonesia banyak terdapat kota penghasil kayu, contohnya Kota Bojonegoro. Akhir-akhir ini, illegal logging atau pembalakan liar masih sering terjadi di wilayah – wilayah hutan di Bojonegoro. Apalagi orang-orang sekarang semakin pandai dalam mencari ide untuk menggelapakan kayu di hutan. Para penyelundup menggunakan modus mobil pribadi. Maka dari itu, mereka ingin memberikan solusi kepada tim Perhutani Indonesia. dengan membuat sebuah alat yang mereka beri nama “Timbangan Digital untuk mendeteksi Pencurian Kayu Modus Mobil Pribadi dengan menggunakan Mikrokontroler AVR AT8535”. Alat ini sangat efektif untuk digunakan. Alat ini juga dapat mendeteksi secara cepat dan tepat modus pencurian kayu menggunakan mobil pribadi. Alat ini berupa timbangan digital dengan menggunakan layar LCD yang bekerja secara otomatis, memberikan informasi tentang massa mobil yang melewati jalan utama di hutan jati. Alat ini memiliki alarm yang dapat berbunyi bila ternyata massa mobil yang lewat jembatan itu tidak sesuai massa standar mobil yang tersimpan di database komputer penjaga pintu hutan. Dengan hal tersebut, artinya kita dapat mengatasi masalah illegal logging yang telah marak terjadi di Negara kita ini. Sehingga Negara ini menjadi Negara maju dan berkembang tanpa ada kejahatan
TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini bertujuan membuat alat yang dapat memberi informasi tentang massa mobil yang keluar dari kawasan hutan secara otomatis untuk mendeteksi penyelundupan kayu modus mobil pribadi, dengan kegunaan :
- Untuk meningkatkan keamanan hutan di wilayah hutan jati Bojonegoro..
- Menciptakan alat teknologi dalam mendeteksi penyelundupan kayu modus mobil pribadi.
Seluruh wilayah daratan Indonesia adalah tanah yang subur. Menyediakan syarat bagi tumbuh dan berkembangnya beraneka jenis hewan dan tumbuh-tumbuhan, sehingga menjadikan Indonesia sebagai wilayah dengan hutan tropis terluas ketiga di dunia, mencapai lebih dari 101 juta hektar dengan kekayaan flora yang terlengkap di dunia.
Di Indonesia banyak terdapat kota penghasil kayu, contohnya Kota Bojonegoro. Bojonegoro adalah kota penghasil kayu jati terbaik di Indonesia, produk unggulan kayu jati bojonegoro telah lama dikenal dan berkualitas ekspor. Wilayah-wilayah penghasil kayu jati di Bojonegoro adalah hutan kawasan Dander, hutan Klino di Kecamatan Gondang, hutan kawasan ladang minyak mentah di Kecamatan Kedewan, Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Purwosari. Namun akhir-akhir ini, illegal logging atau pembalakan liar masih sering terjadi di wilayah-wilayah hutan tropis Indonesia. Keadaan yang memprihatinkan ini dapat mengakibatkan rusaknya aturan hukum dan pendapatan besar kepada Negara. Ancaman terhadap ekosistem dan keanekaragaman hayati yang sangat besar juga akan terjadi. Apalagi, dengan adanya modus baru dalam menyelundupkan kayu, yaitu dengan menggunakan mobil pribadi. Dengan cara memodifikasi jok mobil pada mobil tersebut.
Dengan adanya modus baru tersebut, mereka memberikan solusi untuk merancang alat deteksi penyelundupan kayu dengan modus mobil pribadi berupa timbangan digital. Timbangan digital deteksi penyelundupan kayu modus mobil pribadi ini mereka rencanakan memiliki tingkat efektifitas yang tinggi dan dapat melacak secara cepat dan tepat dugaan penggelapan kayu.
Dalam penelitian ini dilakukan tiga tahap penelitian yaitu pembuatan alat, pengujian efektiftas alat dan pengujian lapangan.
Pembuatan Alat
Dalam pembuatan alat, dibutuhkan komponen-komponen yang diperlukan dalam membuat timbangan digital. Kemudian meyusun komponen-komponen tersebut menjadi sebuah alat yang disebut timbangan digital. Sedangkan cara mengatur sistem kerja timbangan digital itu sendiri yaitu dengan menyambungan timbangan digital dengan komputer menggunakan downloader dan mengatur sistem kerja pada alat timbang di komputer.
Pengujian efektifitas alat
Efektivitas alat diuji dengan cara membandingkan ketelitian pengukuran massa benda antara prototipe timbangan digital dengan neraca ohauss. Semakin teliti pengukuran massa oleh prototipe timbangan digital, maka semakin tinggi nilai efektivitas alat. Tingkat ketelitian pengukuran massa dilihat dari nilai massa pada neraca ohauss sebagai alat ukur standar.
Percobaan dilakukan dengan cara menimbang beban sebesar 1000 gram, 500 gram dan 250 gram. Kelompok beban tersebut masing-masing di timbang dengan menggunakan prototipe timbangan digital dan neraca ohauss.
Pengujian Lapangan
Timbangan digital akan diuji di lapangan yaitu dengan menyambungkan timbangan digital dengan sistem jembatan timbang mobil. Dengan sistem jembatan timbang mobil, maka kita akan dapat mendeteksi mobil-mobil pribadi yang akan keluar dari hutan.
Dari hasil penelitian, efektifitas alat menunjukkan bahwa pada saat pengukuran beban sebesar 1000 gram maka pada timbangan digital didapatkan nilai sebesar 999,5 sedangkan pada neraca ohauss didapatkan nilai sebesar 999,3. Pada saat pengukuran beban sebesar 500 gram maka pada timbangan digital didapatkan nilai sebesar 499,7 sedangkan pada neraca ohauss didapatkan nilai sebesar 499,5. Pada saat pengukuran beban sebesar 250 gram maka pada timbangan digital didapatkan nilai sebesar 254,6 sedangkan pada neraca ohauss didapatkan nilai sebesar 254,3. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa timbangan digital memiliki tingkat efektifitas yang tinggi karena beda massa yang ditunjukkan oleh timbangan digital berbeda tipis dengan neraca ohauss. Maka dari itu, timbangan digital dinyatakan layak dipakai.
Hasil pengujian di lapangan menunjukkan bahwa timbangan digital mampu mendeteksi secara cepat dan tepat mobil pribadi yang menggelapkan kayu dihutan. Pada tabel diatas ditunjukkan dua mobil yang lulus pengujian yaitu mobil satu dan mobil tiga karena dua mobil tersebut memiliki massa yang tidak jauh beda dari massa standar yang ditentukan. Massa standar pada mobil pertama adalah 1730, nilai massa yang muncul pada timbangan digital adalah 1728,5, selisih massa standar dengan massa asli adalah 1,5. Maka mobil pertama dinyatakan LULUS pengujian. Massa standar pada mobil ketiga adalah 1665, nilai massa yang muncul pada timbangan digital adalah 1665,9, selisih massa standar dengan massa asli adalah 0,9. Maka mobil ketiga juga dinyatakan LULUS pengujian. Sedangkan mobil kedua memiliki massa yang jauh beda dari massa standar yang ditentukan. Massa standar pada mobil satu adalah 1860, nilai massa yang muncul pada timbangan digita adalah 1871,4, selisih massa standar dengan massa asli adalah 11,4. Maka mobil satu dinyatakan TIDAK LULUS pengujian. Artinya mobil kedualah yang patut untuk dicurigai sebagai mobil penggelap kayu atau tersangka.
Dari hasil pengujian alat berdasarkan perancangan yang telah dikerjakan pada pembuatan alat otomatisasi timbangan digital dengan mikrokontroler, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :
- Alat ini dapat bekerja dengan baik secara realtime
- Proses pengiriman data secara otomatisasi dimana batas berat sudah di tentukan
- Prinsip kerja dari otomatisasi pengukur suhu dengan mikrokontroler AT8535, bekerja pada saat sensor Strain Potentiometric telah membaca kondisi suatu bidang yang terhubung dengan mikrokontroler.
Dari data diatas, mereka menyimpulkan bahwa timbangan digital yang telah mereka buat efektif digunakan sebagai alat pendeteksi penggelapan kayu di hutan. Cara mendeteksinya adalah dengan metode MS = MRMP + (JP x MROD). Apabila massa mobil dan penumpang melebihi dari massa standar yang ditentukan, maka timbangan digital akan berbunyi dan bergetar, artinya mobil patut dicurgai telah menggelapkan kayu. Dengan metode seperti tersebut, kita dapat mendeteksi dan memberantas secara cepat dan tepat modus penggelapan kayu yang terjadi baru-baru ini yaitu dengan menggunakan mobil pribadi yang telah dimodifikasi.



